Sinergi dengan Himperra, Pemko Pekanbaru Catat Keterhunian Rumah MBR Capai 98 Persen
PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat kolaborasi dengan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Riau untuk mempercepat penyediaan rumah bersubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, saat menghadiri gala dinner menjelang Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himperra Provinsi Riau di Hotel Grand Central, Senin (13/7/2026).Menurut Markarius, momentum ini menjadi pijakan penting untuk mempererat kemitraan demi memenuhi kebutuhan hunian layak di Kota Bertuah.
Menukil data tahun 2025, Markarius memaparkan bahwa ada lebih dari 10.000 unit rumah MBR yang telah dibangun di wilayah administratif Pekanbaru. Menariknya, pergerakan pembangunan rumah bersubsidi ini juga meluas hingga ke kawasan perbatasan (hinterland) yang masuk ke wilayah Kabupaten Kampar, dengan catatan mencapai 15.000 unit karena harga tanah yang lebih terjangkau.
Kendati banyak pasokan, tingkat keterhunian rumah MBR di Pekanbaru tergolong sangat tinggi. Survei Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menunjukkan angka keterhunian mencapai 98 persen.
"Biasanya rumah tidak ditempati karena akses jalan, listrik, atau air bersih belum tersedia. Di Pekanbaru, perumahan MBR sudah didukung penuh oleh infrastruktur dasar tersebut," ujar Markarius.
Sebagai bukti konkret dukungan pemerintah, Markarius mencontohkan langkah cepat Pemko Pekanbaru yang langsung melakukan pengaspalan jalan akses menuju kawasan perumahan baru di Kelurahan Air Hitam dan Sungai Sibam setelah menerima keluhan dari para pengembang.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Himperra, Ari Tri Priyono, menjelaskan bahwa jamuan makan malam ini merupakan pembuka dari rangkaian Rakerda dan prosesi pelantikan pengurus DPD Himperra Riau yang digelar pada Selasa (14/7/2026). Agenda pelantikan yang rencananya dihadiri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto ini diharapkan menjadi pemacu bagi pengurus daerah untuk berkontribusi maksimal dalam menyukseskan target program sejuta rumah, baik di skala daerah maupun nasional.




