DPRK Aceh Singkil Angkat Bicara Soal Proyek Penahan Banjir yang Mangkrak

DPRK Aceh Singkil Angkat Bicara Soal Proyek Penahan Banjir yang Mangkrak

ACEH SINGKIL,- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, Donny Maradona  ikut angkat bicara terkait proyek pembangunan tanggul penahan banjir setempat yang terbengkalai dan mangkrak dilokasi tanah merah, Kecamatan Gunung Meriah.

Pasalnya, proyek multi years pembangunan tanggul penanggulangan banjir di Aceh Singkil yang dimulai tahun 2017 silam itu, sudah lebih satu periode  belum selesai dan masih terbengkalai."Karna memang pembangunan tanggul itu sangat di butuhkan maka perlu terus di perjuangkan dan di lanjutkan agar bisa menjadi penanganan banjir yang setiap tahun melanda daerah itu," kata Anggota DPRK Aceh Singkil, Donny Maradona kepada IndoJayaNews.com, Sabtu, 5 Oktober 2024.

Donny menjelaskan program pembangunan tanggul penaggulangan banjir itu bersumber dari dana APBN pusat.i"Mestinya kita harus melakukan jemput bola dengan melakukan pendekatan lobi-lobi ke tingkat pusat untuk kelanjutan pengerjaan itu. Intinya pembangunan tanggul penahan banjir tidak boleh terhenti, harus di lanjutkan," jelasnya.

Donny berharap agar pembangunan tanggul tersebut dapat terus berjalan dan tidam terhenti. Apalagi secara nomenklaturnya sudah jelas dan sudah berapa tahap di bangun dengan anggaran APBN.

Dalam pemberitaan beberapa media online sebelumnya, pembangunan tanggul penahan  banjir Aceh Singkil kabarnya direncanakan akan dibangun sepanjang 26 Kilometer (KM) lebih. Namun sudah lebih satu periode berlalu, hingga kini pembangunannya tak kunjung selesai dan masih terlihat terbengkalai.

Sebelumnya, pasangan calon bupati dan wakil bupati Aceh Singkil, H.Safriadi Oyon, SH - H. Hamzah Sulaiman, SH, sempat meninjau langsung lokasi pembangunan tanggul penahan banjir di kawasan desa Tanah Merah, Kecamatan Gunung Meriah.

Pasangan yang disingkat dengan sebutan SAHABAT itu mengaku sedih melihat kondisi pembangunan tanggul penahan banjir terbengkalai tak kunjung selesai.Sementara Kadis PUPR Aceh Singkil, Erwin Syahputra menyebutkan, pelaksanaan pembangunan tanggul yang dimulai tahun 2017 silam, hingga kini baru selesai dikerjakan hanya sepanjang  2,1 kilometer.

Erwin juga mengakui, untuk pelaksanaan pengerjaan tanggul penanggulangan banjir tersebut sempat beberapa tahun tidak ada pengerjaannya atau mangkrak.Dikatakan, untuk pembangunan yang menjadi kewenangan BWSS APBN pusat itu, tahun 2023 dan 2024 ini diketahui pelaksanaan pengerjaannya terhenti.

"kalau tidak salah ditahun 2019 lalu juga tidak ada pengerjaan untuk pembangunan tanggul penanggulangan banjir Aceh Singkil itu, "jelasnya."Informasinya untuk tahun 2025 mendatang pengerjaan pembangunan tanggul penanggulangan banjir tersebut kembali akan dilaksanakan," tutupnya.