Tengku Azwendi Serap Aspirasi Warga, Jalan Rusak, Banjir dan Program MBG Jadi Sorotan DPRD Pekanbaru

Tengku Azwendi Serap Aspirasi Warga, Jalan Rusak, Banjir dan Program MBG Jadi Sorotan DPRD Pekanbaru

PEKANBARU- Tengku Azwendi Fajri menyebut persoalan infrastruktur jalan, banjir, serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi keluhan utama masyarakat dalam kegiatan reses tahun anggaran 2025/2026 yang digelar di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Bukit Raya dan Marpoyan Damai.

Menurut Azwendi, berbagai aspirasi yang disampaikan warga tersebut akan menjadi perhatian serius dan diprioritaskan dalam perencanaan program kerja tahun 2026.

Ia mengatakan, keluhan mengenai jalan rusak dan banjir masih sangat dominan diterima selama pelaksanaan reses. Karena itu, DPRD akan terus mendorong agar persoalan tersebut masuk dalam program prioritas pemerintah daerah.

Azwendi menilai infrastruktur jalan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Untuk itu, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru agar perbaikan jalan dapat segera direalisasikan.

Meski begitu, ia tetap mengapresiasi langkah Pemko Pekanbaru yang dinilai terus mempercepat pembangunan dan perbaikan sejumlah ruas jalan di kota tersebut.

Terkait persoalan banjir, Azwendi menilai masalah utama berada pada sistem drainase yang belum berjalan optimal. DPRD Pekanbaru, kata dia, akan mendorong solusi konkret agar aliran air lebih lancar sehingga genangan di kawasan permukiman dapat diminimalisir.

Ia juga menyebut Pemerintah Kota Pekanbaru telah memiliki program penanganan banjir yang akan dilaksanakan secara bertahap demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Selain persoalan infrastruktur, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi perhatian dalam reses tersebut. Azwendi mengungkapkan adanya laporan dari wali murid dan majelis guru terkait kualitas makanan yang dinilai kurang layak, mulai dari aroma makanan yang tidak sedap hingga kebersihan penyajian.

Menurutnya, evaluasi terhadap program MBG perlu segera dilakukan agar pelaksanaan program benar-benar sesuai standar, baik dari sisi kualitas gizi, kebersihan, maupun proses pengolahan makanan.

Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak boleh dijalankan secara asal-asalan karena menyangkut kesehatan dan kebutuhan gizi anak-anak. Hal itu, lanjutnya, juga sejalan dengan perhatian pemerintah pusat terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada peserta didik.

Sebagai bentuk pengawasan, DPRD Pekanbaru berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur-dapur penyedia MBG. Pengawasan tersebut akan mencakup kualitas makanan, kebersihan dapur, kesiapan tenaga pengelola, hingga sistem pengelolaan limbah.

Azwendi berharap pengawasan itu dapat memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah di Kota Pekanbaru.