Mantan Koruptor 6PLTU Lampung, Kualitas Kader PDIP di DPRD, 10 Tahun Berkuasa Cuci Tangan

Mantan Koruptor 6PLTU Lampung, Kualitas Kader PDIP di DPRD, 10 Tahun Berkuasa Cuci Tangan

Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menjadi perbincangan publik setelah video wawancaranya dengan awak media beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Ananda terlihat gugup dan beberapa kali terbata-bata saat menjawab pertanyaan wartawan terkait insiden kapal tongkang yang menabrak Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Kota Samarinda.

Video yang direkam pada Januari 2026 itu diunggah oleh akun Instagram @rumahpengusaha pada Senin (9/3/2026). Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 1,8 juta kali, mendapat lebih dari 21 ribu tanda suka, serta memicu lebih dari 8 ribu komentar dari warganet.

Dalam video tersebut, Ananda menyampaikan bahwa dirinya berbicara sebagai bagian dari lembaga DPRD dan menyoroti aspek keselamatan masyarakat yang menggunakan jembatan tersebut setiap hari. Ia menekankan pentingnya keamanan karena jembatan digunakan warga untuk berbagai aktivitas, seperti bekerja, bersekolah, dan kegiatan ekonomi. Ia juga meminta pihak yang memiliki kewenangan agar bekerja lebih baik agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Selain itu, Ananda meminta pemerintah pusat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut. Menurutnya, pengawasan berada di bawah kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT Pelindo. Ia berharap insiden tongkang menabrak jembatan tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Diketahui, peristiwa tongkang menabrak Jembatan Mahakam Ulu terjadi pada 25 Januari 2026 sekitar pukul 05.10 Wita. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan fisik pada bagian jembatan.

Profil Ananda Emira Moeis

Ananda Emira Moeis lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1984 dan berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang politik. Ayahnya, Izedrik Emir Moeis, merupakan politisi PDIP yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI pada periode 2000–2013. Emir Moeis juga dikenal sebagai putra Inche Abdoel Moeis, tokoh politik yang pernah menjadi anggota DPR RIS dan DPR RI dari Kalimantan Timur. Emir Moeis sendiri pernah terjerat kasus korupsi terkait penerimaan hadiah atau janji sebesar 357.000 dolar AS dari Konsorsium Alstom Power Inc.

Ananda menempuh pendidikan dasar di SDN 1 Pagi Jakarta dan lulus pada 1997. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Tarakanita 1 Jakarta (lulus 2000) dan SMUN 3 Jakarta (lulus 2003). Pendidikan tinggi ditempuhnya di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti, Jakarta, hingga meraih gelar sarjana desain.

Mengikuti jejak ayahnya, Ananda aktif di dunia politik melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Saat ini ia menjabat sebagai Sekretaris DPD PDIP Kalimantan Timur. Ia pertama kali terpilih menjadi anggota DPRD Kalimantan Timur pada periode 2019–2024 dari daerah pemilihan (Dapil) I, dan kembali terpilih pada Pemilu 2024 dengan perolehan 14.903 suara.

Laporan Harta Kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024, Ananda Emira Moeis tercatat memiliki total kekayaan sekitar Rp44,6 miliar. Sebagian besar asetnya berupa tanah dan bangunan di sejumlah daerah.

Beberapa aset tersebut antara lain tanah seluas 5.480 meter persegi di Subang senilai Rp1,64 miliar, tanah 9.809 meter persegi di Subang senilai Rp2,94 miliar, tanah 10.006 meter persegi di Subang senilai Rp3 miliar, serta tanah seluas 12.824 meter persegi di Samarinda dengan nilai Rp32,06 miliar. Selain itu, ia juga memiliki tanah seluas 150 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp4,5 miliar.

Dalam laporan tersebut, Ananda juga mencantumkan kas dan setara kas sebesar Rp481,8 juta serta utang sebesar Rp36,6 juta, sehingga total kekayaan bersihnya tercatat Rp44.593.746.021.