Guru Pamekasan Kembalikan MBG 3 Hari isi Lele,Tahu,Tempe Mentah, Rp15k x 3=45k, Buzzer MBG Jelaskan Logika

Guru Pamekasan Kembalikan MBG 3 Hari isi Lele,Tahu,Tempe Mentah, Rp15k x 3=45k, Buzzer MBG Jelaskan Logika

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah pihak sekolah menolak paket makanan yang dikirim oleh penyedia. Penolakan terjadi karena menu yang diterima dinilai tidak layak, salah satunya ikan lele yang masih mentah, bahkan disebut ada yang masih hidup.

Menanggapi polemik tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa ikan lele yang dibagikan sebenarnya merupakan lele marinasi yang memang disiapkan untuk digoreng di rumah saat berbuka puasa.

Menurut Nanik, video yang beredar di media sosial hanya menampilkan sebagian isi paket makanan sehingga menimbulkan persepsi yang tidak utuh. Berdasarkan laporan lapangan yang diterima BGN, paket MBG sebenarnya terdiri dari beberapa komponen, yaitu lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga.

Ia menambahkan bahwa sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi sehingga isi menu tidak terlihat secara keseluruhan dalam video yang beredar.

BGN menegaskan bahwa setiap menu dalam program MBG disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan. Lembaga tersebut juga menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap proses penyiapan hingga distribusi makanan agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Sementara itu, ahli gizi dari SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi memiliki alasan tertentu. Selain untuk mempertahankan kandungan gizi, proses marinasi juga bertujuan agar ikan dapat bertahan hingga satu hari sebelum dimasak.

SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan sendiri melayani sekitar 3.329 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa berbagai jenjang pendidikan, tenaga pendidik, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Di sisi lain, Kepala SMA Negeri 2 Pamekasan, Moh Arifin, menyatakan pihak sekolah menolak 1.022 paket MBG yang dijadwalkan untuk tiga hari, yakni 9 hingga 11 Maret 2026. Ia menilai kualitas menu yang dikirim tidak layak dan berpotensi membahayakan kesehatan siswa.

Arifin mengungkapkan bahwa lele mentah tersebut ditempatkan dalam wadah yang sama dengan tempe dan tahu ungkep. Ia khawatir kondisi tersebut dapat menyebabkan makanan cepat membusuk dan akhirnya dibuang oleh siswa.

Karena alasan tersebut, pihak sekolah memutuskan menolak distribusi makanan demi menjaga keselamatan dan kesehatan para siswa serta guru.