Kapal Pertamina Tertahan di Iran, Iran Diserang, Berunding, Hanya Membalas Diperbuat Zionis

Kapal Pertamina Tertahan di Iran, Iran Diserang, Berunding, Hanya Membalas Diperbuat Zionis

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Teheran tengah melakukan langkah diplomasi dengan pemerintah Iran terkait dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang berada di kawasan Selat Hormuz. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan kapal serta kelancaran pelayaran di tengah situasi kawasan yang belum kondusif.

Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, menjelaskan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak di Iran terus dilakukan. Menurutnya, diplomasi tersebut tidak hanya melibatkan satu atau dua pihak, melainkan sejumlah pemangku kepentingan guna memastikan kepentingan Indonesia, khususnya terkait operasional Pertamina, tetap terlindungi.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan agar kapal-kapal Indonesia dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman. Meski demikian, Santo mengakui bahwa kondisi di kawasan tersebut saat ini masih belum stabil.

Sementara itu, PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan terus memantau secara intensif kondisi armada dan keselamatan para awak kapal di kawasan Timur Tengah seiring meningkatnya eskalasi situasi di wilayah tersebut.

Saat ini terdapat empat kapal milik PIS yang beroperasi di kawasan tersebut. Kapal Gamsunoro sedang melakukan proses pemuatan di Khor al Zubair, Irak. Kapal Pertamina Pride telah menyelesaikan proses pemuatan dan kini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi. Kapal PIS Rinjani berada di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, sementara Kapal PIS Paragon tengah melakukan proses bongkar muatan di Oman.

Dari keempat kapal tersebut, dua kapal yang masih berada di area Teluk adalah Pertamina Pride yang dikelola oleh NYK Line dan Kapal Gamsunoro yang dikelola oleh Synergy Ship Management.

Pelaksana tugas (Pjs) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyampaikan bahwa perusahaan memantau perkembangan situasi selama 24 jam. PIS juga terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak pengelola kapal guna memastikan keselamatan kru serta kapal.

Menurutnya, perusahaan saat ini berupaya agar kedua kapal tersebut dapat segera keluar dari kawasan Teluk dengan aman.