Proyek MBG, ingin Kuasai Harta Istri, Suami Penjarakan ke RSJ, Sempat Tolong Satpam untuk Kabur

Proyek MBG, ingin Kuasai Harta Istri, Suami Penjarakan ke RSJ, Sempat Tolong Satpam untuk Kabur

Persoalan tagihan proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum dibayarkan diduga menjadi pemicu konflik rumah tangga selebgram Erika Oktaviani dengan suaminya, Anthony Hamonangan Million Sihombing. Pengakuan tersebut disampaikan Erika melalui unggahan di media sosial dan kemudian menjadi perbincangan publik setelah diunggah ulang oleh akun Instagram @blitz_publisher pada awal Maret 2026.

Dalam unggahannya, Erika mengaku pernah dibawa ke rumah sakit jiwa oleh suaminya di tengah konflik yang sedang ia hadapi. Ia menyebut peristiwa tersebut berkaitan dengan tekanan pekerjaan serta persoalan invoice proyek MBG yang belum terselesaikan.

Erika menjelaskan bahwa masalah mulai memuncak pada 27 Januari 2026 ketika ia terlibat pertengkaran besar dengan pihak keluarga dan rekan kerja di kantor. Perselisihan tersebut disebut dipicu oleh tagihan proyek yang belum dibayar. Di tengah situasi tersebut, Erika berharap mendapatkan dukungan dari suaminya. Namun menurut pengakuannya, Anthony justru tidak berada di tempat dan sedang berada di Bandung bersama keluarganya.

Peristiwa yang paling diingatnya terjadi pada malam 31 Januari 2026. Saat itu ia dijemput oleh suaminya dengan alasan akan bertemu anak mereka di apartemen. Namun di tengah perjalanan, Erika mulai curiga karena mobil tidak menuju Jakarta Selatan, melainkan ke arah Jakarta Barat.

Ia mengaku terkejut ketika akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan di kawasan Grogol. Menurut pengakuannya, ia menjalani perawatan di rumah sakit tersebut sejak 31 Januari hingga 6 Februari 2026.

Selama menjalani perawatan, Erika menyebut mengalami sejumlah tindakan yang membuatnya tertekan. Ia mengaku sempat diikat serta menerima suntikan obat selama berada di rumah sakit. Erika menilai keputusan terkait perawatannya dilakukan dengan persetujuan suaminya.

Pada 5 Februari 2026, Anthony disebut datang menjenguk dan bahkan menginap untuk menemaninya. Erika mengaku sempat merasa lega karena mengira dirinya akan segera keluar dari rumah sakit.

Sehari kemudian, tepatnya 6 Februari 2026, ia akhirnya keluar dari rumah sakit dan dijemput oleh suaminya bersama seorang rekannya bernama Ng Chin Hiap.

Namun setelah keluar dari RSJ, Erika mengaku kembali mengalami tekanan emosional. Ia menyebut sempat makan bersama sebelum kembali ke apartemen, tetapi kemudian ditempatkan di unit yang berbeda sehingga harus terpisah dari anaknya.

Erika juga mengaku diminta memilih antara keluarga ibunya atau suaminya serta diminta menjauhi teman-temannya. Kondisi tersebut menurutnya membuat dirinya merasa semakin terisolasi.

Kecurigaannya bertambah setelah ia mengaku menemukan sejumlah bukti di ponsel suaminya yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Selain itu, Erika juga mempertanyakan dokumen rekam medis yang diterimanya dari rumah sakit. Ia mengklaim dokumen tersebut tidak memiliki tanda tangan dokter, sehingga menurutnya terdapat kejanggalan dalam prosedur medis yang dijalankan.

Atas berbagai hal tersebut, Erika akhirnya memutuskan untuk membuka kisahnya kepada publik. Saat ini ia mengaku tengah menjalani proses perceraian dengan suaminya. Menurutnya, proses tersebut berlangsung cukup lama dan disertai tekanan agar ia menandatangani sejumlah kesepakatan yang dianggap merugikan dirinya.