Soal Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Puji Cara Gibran Memahami Joke

Soal Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Puji Cara Gibran Memahami Joke

Jakarta – Komika Pandji Pragiwaksono telah menjalani klarifikasi selama sekitar tujuh jam di Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan penistaan agama atas materi dalam pertunjukan stand-up comedy Mens Rea. Usai pemeriksaan, Pandji mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi dukungan yang disampaikan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Pandji menyebut dirinya belum mengetahui adanya pernyataan pembelaan dari Gibran sebelum diberitahu awak media. Mendengar kabar tersebut, komika berusia 46 tahun itu menilai sikap Wakil Presiden sebagai contoh yang baik dalam menyikapi karya komedi.

Menurut Pandji, pernyataan Gibran mencerminkan cara pandang yang dewasa dalam memahami sebuah lelucon. Ia menilai, candaan tidak seharusnya selalu dimaknai secara berlebihan hingga berujung pada persoalan hukum.

Pandji juga menganggap dukungan tersebut sebagai angin segar bagi dunia kreatif, khususnya industri stand-up comedy. Ia menilai Gibran mampu membedakan antara kritik sosial yang disampaikan melalui komedi dengan tindakan yang benar-benar mengandung unsur pidana.

Lebih lanjut, Pandji berharap para pihak yang melaporkan dirinya dapat memiliki sudut pandang serupa dalam memahami keresahan yang ia sampaikan di atas panggung. Ia menegaskan bahwa dirinya selalu membuka ruang dialog apabila terjadi perbedaan penafsiran terhadap karya seninya.

Pandji menekankan bahwa pertunjukan Mens Rea tidak dimaksudkan untuk menebar kebencian atau merendahkan institusi agama. Ia menyebut pertunjukan tersebut dibuat semata-mata untuk menghibur sekaligus mengajak penonton berdiskusi mengenai isu-isu sosial.

Meski demikian, Pandji menyatakan akan tetap mengikuti proses hukum yang berjalan. Ia juga menyampaikan kesiapannya untuk berdialog apabila ada ajakan dari pihak terkait guna menyelesaikan persoalan secara terbuka dan baik-baik.